Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena bahasa gaul dalam komunikasi digital serta implikasinya terhadap bahasa Indonesia dalam perspektif filsafat bahasa dan konteks keislaman. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pesatnya perkembangan media digital yang memengaruhi pola penggunaan bahasa menjadi lebih fleksibel, ringkas, dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan mengkaji literatur filsafat bahasa, linguistik, serta komunikasi digital yang diperkaya dengan contoh empiris dari penggunaan bahasa gaul di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul merupakan bentuk adaptasi linguistik yang sah secara kontekstual, sebagaimana dipahami dalam perspektif Ludwig Wittgenstein, serta berfungsi sebagai tindakan sosial dalam komunikasi digital. Namun demikian, bahasa gaul juga berperan sebagai mekanisme simplifikasi makna yang berpotensi mereduksi kedalaman pesan, khususnya dalam konteks keagamaan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul tidak dapat ditolak secara mutlak, tetapi perlu digunakan secara bijak dan proporsional agar tetap selaras dengan kaidah bahasa Indonesia serta prinsip komunikasi dalam Islam.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.