Tulisan ini membahas kritik filsafat Iluminasi terhadap filsafat Paripatetik dalam tradisi filsafat Islam. Filsafat Paripatetik yang berkembang melalui pemikiran Ibnu Sina menekankan rasio sebagai sumber utama pengetahuan melalui pendekatan logis dan konseptual. Sementara itu, filsafat Iluminasi yang dikembangkan oleh Suhrawardi menawarkan pendekatan alternatif dengan menekankan intuisi dan pengalaman batin sebagai jalan memperoleh kebenaran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kritik Iluminasi terhadap Paripatetik mencakup aspek epistemologi, ontologi, dan metodologi. Dalam epistemologi, rasio dinilai terbatas. Dalam ontologi, realitas dipahami sebagai cahaya, bukan sekadar konsep. Dalam metodologi, diperlukan integrasi antara rasio dan intuisi.
Dengan demikian, filsafat Iluminasi tidak hanya mengkritik, tetapi juga melengkapi Paripatetik dengan pendekatan yang lebih holistik.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.